Edukasi Kreatif Dikala Pandemi Covid-19 melalui Anjangsana Belajar Di Lokasi Siswa

Menemukan cara sederhana untuk berkomunikasi dengan siswa di tengah pandemi corona menjadi tantangan tersendiri bagi guru.

Bagaimana guru memahami dan mengadaptasi kurikulum darurat pandemi corona untuk diinterpretasikan pada suatu kegiatan belajar secara online, semi online atau offline. Dibutuhkan keterampilan yang mampu menyeimbangkan kebutuhan belajar yang berorientasi kecakapan hidup, kondisi dan tuntutan keluarga. Hal yang penting lagi adalah bagaimana siswa tetap sehat, fun dan memberikan pemahaman kesadaran pada bahwa Bapak-Ibu guru masih sangat peduli dan mendidik mereka.

Program Anjangsana Edukasi Selama Pandemi Corona merupakan layanan belajar siswa dengan cara mendatangi rumah siswa, tempat bermain, saat olah raga di lapangan atau mendampingi belajar saat anak-anak membantu orang tua di warung atau di sawah.
Program tersebut sudah dilakukan sejak sebelum pandemik hingga layanan belajar saat Covid-19 sekarang. Memasuki liburan semester genap layanan belajar tetap dilakukan walaupun seminggu hanya dua kali Layanan belajar bersama anak-anak yang dirupi. Capaiannya bukan menagih ‘nilai’ konsep atau kompetensi dasar, simpel targetnys ya itu siswa tetap merasa happy dan sehat melalui program Anjangsana. Siswa tetap dapat bermain dan membantu orang tua tanpa meninggalkan belajar.

Melalui Anjangsana diharapkan dapat menemukan sisi unik dari siswa yang tidak terduga. “Percikan atau tetesan kreatif anak pasti akan muncul tak terduga, bersyukur jika itu semburan kreatif yang muncul belajar dikala pandamik” ungkap kepala MTsN 6 Malang, Sutirjo.

Selain itu, melalui progam tersebut siswa diingatkan untuk tetap sehat dan happy. Rindunya siswa dengan madrasah tercermin dalam senyum mereka. Dan juga menanamkan pada diri siswa bahwa guru selalu hadir serta mendukung siswa, sehingga siswa merasa nyaman. Siswa juga diingatkan untuk tetap waspada dan disiplin mengikuti protokol kesehatan selama masa pandemi corona. Budaya hidup sehat melalui perilaku merawat diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Meningkatkan aktivitas positif, motivasi, apresiasi, diskusi ringan bersama keluarga, cukup istirahat dan konsumsi nutrisi sehat.

Diharapkan anak-anak tetap bergerak aktif dengan mengoptimalkan apa yang ada di rumah. Naik turun tangga, bermain lompat tali, dan peregangan walau hanya beberapa menit layak untuk dilakukan agar tubuh tetap bugar dan belajar antusias. Menjaga tubuh tetap bugar sangat penting selain kesehatan mental.

Tiga tindakn utama yang diingatkan pada anak-anak yang selalu ditanamkan dalam diri anak yaitu selalu mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan tetap jaga jarak aman.

Layanan belajar di kala pandemik dengan mendatangi siswa di manapun berada ini mendapat respon positif dari siswa. Seperti yang diungkap Alvin kls 8B yang sedang bermain bola ‘ suka dengan belajar di lapangan bersama Ibu Laeli, sudah lama tidak belajar tatap muka. Alhamdulillah rindu terobati walaupun hanya sesaat’ .

Begitu juga respon orang tua merasa terbantu dengan layanan belajar datang langsung ke lokasi di manapun anak berada. “Program ini sangat membantu anak saya, selain bisa membantu berjualan di warung, anak saya juga masih tetap bisa belajar” tutur orang tua Farza.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *