MATSAMA Dalam Moderasi Beragama melalui Mini Bank Beras untuk Peduli Kepada Sesama

Mengacu pada himbauan dari Menteri Pendidikan Nadiem Makariem bahwa pembelajaran selama pandemi Covid-19 menggunakan model hybrid. MTsN 6 Malang melaksanakan kegiatan MATSAMA secara daring dan luring dalam upaya untuk memfasiliitasi siswa-siswi baru yang berada diluar jangkauan internet dan tidak memiliki fasilitas pendukung di masa pandemi Covid-19. Program luring dilaksanakan pada hari sabtu, 11 Juli 2020 bertempat di dusun Boro Selatan, Desa Curungrejo Kepanjen. Kegiatan diikuti oleh masyarakat sekitar, siswa, dan bapak ibu guru. Sedangkan program MATSAMA daring dilaksanakan menggunkan aplikasi youtube, WA, google form, dan zoom.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang disampaikan secara langsung oleh Bapak Sutirjo melalui aplikasi daring. Dalam sambutannya beliau berharap “Semoga MATSAMA bisa menjadi hal yang bermakna untuk mendidik anak sejak dini degan membangun peduli kepada sesama melalui mini bank beras yang dibagikan kepada siswa dan masyarakat sekitar”. Ditampilkan juga profil MTsN 6 Malang melalui LCD Proyektor yang dilihat oleh seluruh siswa dan masyarakat yang hadir.

Kegiatan yang tak kalah menarik lainnya adalah penyampaian materi moderasi beragama dalam bentuk pentas wayang krucil sederhana. Dalam penyampaian materi tersebut terdapat dalang yang menyampaikan cerita bertema moderasi beragama menggunakan wayang krucil dan jemuran materi yang digantung dan ditarik menggunakan tali.

Selain itu, terdapat juga Mini Bank Beras sebagai sarana untuk menumbuhkan karakter sosial dan peduli berbagi kepada sesama sebagai bentuk penguatan moderasi beragama. Beras dibagikan menggunakan kendi beras yang dituangkan pada wadah berupa “wakul” yang terbuat dari anyaman bambu sebagai wadah beras. Siswa dan masyarakat merasa bersyukur mendapat bantuan berupa beras “Alhamdulillah dengan kegiatan ini anak bs terbantu belajarnya dan saya juga mendapatkan beras. Semoga barokah. Semoga sekolah bisa lancar lagi jadi anak-anak bisa belajar bersama lagi” ungkap Bu Nanik salah satu masyarakat sekitar yang mendapat beras dan buku.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *