Kepala MTsN 6 Malang Menjadi Kepala Madrasah Inspiratif Tingkat Nasional

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2020 dengan tema “Bakti Guru Lindungi Negeri”, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah memberikan Apresiasi bagi Guru dan Kepala Madrasah Inspiratif. Kinerja-karya guru dan kepala madrasah yang telah mengembangkan kompetensinya dalam bidang pendidikan utamanya serta tidak meninggalkan aspek sosial-kemasyarakatan.
Dr.Sutirjo, M.Pd, kepala MTsN 6 Malang, terpilih menjadi Kepala Madrasah Inspiratif Tahun 2020 setelah melalui proses seleksi dari setiap perwakilan seluruh provinsi di Indonesia. Sutirjo memajukan dan mengembangkan madrasah melalui berbagai inovasi-kreativitas di masa pandemi. Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia dan Direktur GTK di Jakarta.

Dalam kesempatan wawancara via telfon Sutirjo menyampaikan “Dalam upaya untuk menjadi Kepala Madrasah Inspiratif diperlukan jiwa kreatif, tegas, disiplin, humanis dan memiliki integritas untuk mengubah persepsi guru agar mau maju dan tidak takut dengan perubahan yang terjadi” ungkap Sutirjo. Hal tersebut terbukti dengan kebijakan Sutirjo yang tidak ‘mati gaya’ saat berada dalam masa pandemi. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan layanan drive thru. Layanan tersebut merupakan salah satu gagasan beliau untuk tetap memberikan layanan belajar maksimal dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Peserta didik mengambil bahan ajar di madrasah dengan sistem drive thru. Momen layanan drive thru itu dimanfaatkan juga untuk mengajak siswa MTsN 6 Malang belajar menabung dan beramal untuk membeli hewan qurban saat idul adha.

Di saat banyak madrasah mengeluh dengan proses pembelajaran daring yang diwarnai beberapa kendala, Sutirjo meluncurkan program Gilir Gawai dan Wifi Semut. Program itu bertujuan untuk memberi bantuan kepada siswa yang terkendala gawai maupun jaringan internet. Sejalan dengan tema hari guru tahun ini, kiprah kepala madrasah kelahiran Lumajang tahun 1968 ini membuktikan bahwa guru=(madrasah) harus tetap melindungi hak-hak anak bangsa untuk tetap mendapatkan layanan belajar yang optimal.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *