MTsN 6 Malang melaksanakan kegiatan Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Masa Bakti 2026–2027 sebagai salah satu bentuk implementasi kokurikuler dalam membangun karakter peserta didik. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk belajar secara langsung mengenai demokrasi, kepemimpinan, tanggung jawab, serta pentingnya menentukan pilihan secara bijak.

Pemilihan Ketua OSIM tahun ini diikuti oleh empat pasangan calon (paslon) yang telah mempersiapkan visi dan misi untuk membawa OSIM MTsN 6 Malang menjadi organisasi siswa yang aktif, kreatif, dan mampu menjadi wadah pengembangan potensi peserta didik.
Adapun empat pasangan calon yang mengikuti kontestasi Pemilihan Ketua OSIM Masa Bakti 2026–2027 adalah:
Paslon 1: Vindy Putri dan Altha Fandra
Pasangan calon nomor urut 1, Vindy Putri dan Altha Fandra, turut menyampaikan gagasan dan program yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan kegiatan kesiswaan di MTsN 6 Malang.
Paslon 2: Tirta Putra dan Viola
Pasangan calon nomor urut 2, Tirta Putra dan Viola, hadir dengan berbagai gagasan yang diharapkan mampu mendorong siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan madrasah serta mengembangkan kreativitas dan kebersamaan antarsiswa.
Paslon 3: Anis Asmi dan Efano Zio
Pasangan calon nomor urut 3, Anis Asmi dan Efano Zio, menawarkan sejumlah program dan gagasan sebagai bentuk komitmen untuk berkontribusi dalam memajukan OSIM serta menciptakan lingkungan madrasah yang lebih aktif dan positif.
Paslon 4: Argantha dan Kayla
Pasangan calon nomor urut 4, Argantha dan Kayla, juga turut berkompetisi dengan membawa visi dan misi yang diharapkan dapat memberikan warna baru dalam kegiatan OSIM MTsN 6 Malang.
Kegiatan pemilihan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan pemimpin OSIM, tetapi juga menjadi pembelajaran nyata tentang demokrasi bagi peserta didik. Para siswa diberikan kesempatan untuk mengenal para calon, memahami visi dan misi yang disampaikan, kemudian menentukan pilihan sesuai dengan hati nurani dan pertimbangan masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan mampu memahami bahwa demokrasi bukan sekadar kegiatan pemungutan suara, tetapi juga mengajarkan nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, menghargai perbedaan pilihan, serta menerima hasil pemilihan dengan sikap sportif.

Implementasi kokurikuler melalui Pemilihan Ketua OSIM MTsN 6 Malang Masa Bakti 2026–2027 diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta didik dalam membentuk generasi madrasah yang demokratis, bertanggung jawab, mandiri, dan berkarakter.
Suara kita, pilihan kita, pemimpin kita.






